RSS

Banyuwangi, kota paling ujung timur pulau Jawa yang sedang menggeliat ekowisatanya

10 Apr

plengkung

Konsep ekowisata yang diusung Kabupaten Banyuwangi ternyata menarik minat kunjungan wisatawan manacanegara (wisman). Tahun ini tercatat peningkatan hingga 250 persen wisman ke Kabupaten berjuluk ‘Sun Rise of Java’ ini.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Kabupaten Banyuwangi mengusung konsep ekowisata karena didukung kondisi geografis. “Kami menyebutnya Triangle Diamond dalam konsep ekowisata, yang terdiri dari Kawah Ijen, Pantai Plengkung, dan Taman Nasional Alas Purwo. Ternyata, konsep ekowisata ini memang lain sehingga banyak wisatawan macanegara yang datang berkunjung,” kata Anas saat acara Banyuwangi Update di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/4/2013).

Kawah Ijen yang terletak di Desa Tamansari, Kecamatan Glagah, menyuguhkan panorama dengan hawa yang sejuk. Di tempat ini juga terdapat kegiatan penambangan belerang dari dalam kaldera berkedalaman 100 meter yang hanya bisa diangkut oleh manusia.

Kemudian, Pantai Plengkung atau dijuluki G-Land, terkenal dengan ombak yang cukup besar dan sangat cocok bagi untuk berselancar. Pantai Plengkung memiliki ombak setinggi 4-5 meter.

Kata Anas, suasana alami inilah yang menjadi daya tarik bagi wisman ekowisata. Bahkan, konsep pengembangan ke depan adalah peningkatan infrastruktur dan sumber daya masyarakat sekitar. Artinya, jika sudah terpenuhi, para wisman tidak perlu ke hotel dan cukup menginap di rumah-rumah penduduk.

Dia merinci, tahun lalu jumlah wisman yang berkunjung ke Banyuwangi mencapai 800 orang, namun tahun ini sudah ada sekira 1.400-an orang. Mereka berasal dari Belanda, Prancis, Jerman, dan Australia.

“Ekowisata ini identik dengan ketenangan dan jauh dari hingar bingar. Tentunya berbeda dengan konsep wisata yang ada di Pulau Bali,” tegasnya.

Tak hanya itu, pihaknya berencana menarik sejumlah wisman dari Timur Tengah yang saat ini terlihat mengunjungi Bali. Namun, beberapa infrastruktur juga perlu disiapkan.

“Untuk saat ini, kami masih belum berani untuk menarik Wisman Timur Tengah karena memang beberapa hotel masih groundbreaking. Jika infrastruktur selesai, maka akan kami lakukan,” ujarnya.

Bahkan untuk menunjang ekowisata ini, Pemkab Banyuwangi melarang berdirinya tempat-tempat hiburan malam demi mempertahakan kultur masyarakat yang ada di Banyuwangi. Selain itu, beberapa mal maupun minimarket juga dilarang berdiri untuk melindungi pasar tradisional di Banyuwangi.

“Tahun ini sudah ada dua minimarket yang kami tutup karena pelanggaran izin. Kemudian, untuk investor yang kami gandeng adalah mereka yang akrab dengan konsep ekowisata serta menghargai kearifan lokal,” pungkasnya

www.okezone.com

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on April 10, 2013 in Indonesia

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 185 other followers

%d bloggers like this: